Saku Investor – Pernah melihat saham yang harganya naik gila-gilaan dalam sehari, tapi besoknya langsung anjlok sampai tidak bisa dijual? Kemungkinan besar itu adalah saham “gorengan”.
Bagi investor pemula, saham jenis ini sangat menggoda tapi mematikan. Agar tidak terjebak permainan bandar, kenali ciri-cirinya berikut ini:
1. Kenaikan Harga Tidak Masuk Akal Harga saham tiba-tiba naik 20-30% berhari-hari padahal perusahaan tersebut sedang merugi atau tidak ada berita bagus apapun. Kenaikan ini murni karena rekayasa transaksi, bukan karena kinerja perusahaan.
2. Antrian Beli/Jual yang Aneh Seringkali terlihat antrian beli (Bid) yang sangat tebal, seolah-olah banyak yang minat. Tujuannya memancing ritel ikut beli. Begitu Anda masuk, antrian tebal itu tiba-tiba dicabut dan harga dibanting turun.
3. Volume Transaksi Tiba-Tiba Melonjak Biasanya saham ini sepi peminat (transaksi harian kecil). Tiba-tiba volume transaksinya meledak tanpa alasan jelas. Ini tanda bandar sedang “tukar-tukar barang” untuk memancing keramaian.
4. Sering “Di-Pompom” Influencer Hati-hati jika mendadak banyak influencer atau grup Telegram merekomendasikan saham kecil yang namanya asing. Biasanya mereka dibayar untuk mengajak pengikutnya membeli agar bandar bisa jualan di harga tinggi.
Kesimpulan Jangan serakah. Daripada sport jantung di saham gorengan, lebih baik beli saham perusahaan besar (Blue Chip) yang fundamentalnya jelas dan tidur dengan nyenyak.