Cara Riset Altcoin & Kripto Potensial 2026: Panduan Lengkap DYOR

Saku Investor – Jika Bitcoin adalah “Raja” di dunia aset digital, maka Altcoin adalah para ksatria, pedagang, dan… penipu yang mengelilinginya.

Banyak investor pemula masuk ke dunia kripto bukan karena terpesona oleh teknologi Bitcoin, melainkan karena melihat screenshot pameran cuan di media sosial. “Modal Rp 100 ribu jadi Rp 10 juta di koin gambar anjing!” Siapa yang tidak tergiur?

Di tahun 2026 ini, terdapat lebih dari 25.000 jenis mata uang kripto yang terdaftar di CoinMarketCap. Masalahnya: 95% di antaranya adalah sampah (Junk/Scam) yang nilainya akan menuju nol. Hanya 5% yang merupakan “Mutiara” tersembunyi—proyek dengan teknologi nyata yang berpotensi memberikan keuntungan ribuan persen.

Pertanyaannya: Bagaimana cara membedakan antara “Mutiara” dan “Sampah”? Apakah harus jadi ahli koding? Tidak.

Siang ini, Saku Investor akan membongkar rahasia dapur para whale (investor besar) dalam melakukan riset Altcoin. Siapkan kopi Anda, karena kita akan membedah strategi DYOR (Do Your Own Research) level pro.

1. Pahami Siklus Uang: “The Money Flow”

Kesalahan terbesar pemula adalah membeli Altcoin kecil saat Bitcoin sedang batuk-batuk (turun). Itu bunuh diri. Pasar kripto memiliki pola aliran uang yang unik:

  1. Fase Bitcoin (BTC): Uang masuk pertama kali ke Bitcoin. Dominasi BTC naik, harga Altcoin biasanya tertekan atau diam.
  2. Fase Ethereum (ETH): Setelah BTC jenuh (naik tinggi lalu diam), keuntungan dipindahkan ke Ethereum.
  3. Fase Large Caps: Uang mengalir ke koin fundamental bagus di 10-20 besar (seperti Solana, BNB, XRP).
  4. Altseason (Pesta Altcoin): Terakhir, barulah uang mengalir ke koin-koin kecil (Micin). Ini fase paling gila, tapi juga paling singkat.

Strategi: Jangan beli koin micin saat BTC belum stabil. Tunggu giliran. Kesabaran adalah kunci.

2. Bedah Tokenomics: Jangan Tertipu Harga Murah

Ini adalah jebakan paling klasik. Pemula sering berpikir: Harga Bitcoin sudah miliaran, mahal! Mending beli koin SHIB atau PEPE yang harganya Rp 0,001. Kalau naik ke Rp 10.000 saja, saya jadi miliarder!”

Hapus pemikiran itu sekarang juga. Itu matematika yang salah. Dalam kripto, yang penting bukan Harga Satuan, tapi Market Cap (Kapitalisasi Pasar).

  • Rumus: Harga Koin x Jumlah Koin yang Beredar = Market Cap.

Bayangkan Koin A harganya Rp 100, tapi jumlah koinnya ada 1 Triliun. Maka Market Cap-nya Rp 100 Triliun (Sudah sangat besar/berat). Sulit untuk naik 2x lipat lagi. Bandingkan dengan Koin B harganya Rp 100.000, tapi jumlah koinnya cuma 1 Juta. Market Cap-nya cuma Rp 100 Miliar (Masih ringan). Koin B jauh lebih mudah naik 10x lipat dibanding Koin A.

Checklist Tokenomics:

  • Max Supply: Apakah jumlah koinnya dibatasi (seperti Bitcoin 21 juta) atau bisa dicetak terus (Inflasi)? Hindari koin yang supply-nya tidak terbatas kecuali ada mekanisme pembakaran (burn).
  • Circulating Supply vs Total Supply: Hati-hati jika koin yang beredar baru 10% dari total. Artinya, di masa depan akan ada 90% koin baru yang “diguyur” ke pasar (Unlock Token). Ini akan bikin harga hancur. Cari yang supply beredarnya sudah di atas 70-80%.

3. Utilitas: Koin Ini Gunanya Buat Apa?

Jangan beli “koin hantu”. Setiap proyek kripto yang bagus harus memecahkan masalah nyata. Di tahun 2026, narasi yang sedang hype dan punya utilitas jelas antara lain:

  • RWA (Real World Assets): Tokenisasi aset dunia nyata seperti emas, properti, atau obligasi ke dalam blockchain.
  • AI (Artificial Intelligence): Koin yang menyediakan infrastruktur komputasi untuk kecerdasan buatan.
  • DePIN (Decentralized Physical Infrastructure): Jaringan fisik (seperti WiFi atau penyimpanan data) yang didesentralisasi.
  • Gaming/GameFi: Koin yang dipakai dalam ekosistem game.

Jika Anda menemukan koin yang deskripsinya hanya “Community token to the moon” tanpa produk jelas, tinggalkan. Itu ciri-ciri skema Ponzi.

4. Cek Siapa di Belakang Layar (Tim & Investor)

Proyek kripto yang serius tidak dipimpin oleh orang anonim (kecuali Bitcoin).

  • Buka situs resminya. Lihat bagian “Team”. Cek LinkedIn mereka. Apakah mereka punya pengalaman di Google, Apple, atau proyek blockchain sebelumnya?
  • Lihat bagian “Backers” atau “Partners”. Apakah ada nama modal ventura (VC) besar seperti Andreessen Horowitz (a16z), Coinbase Ventures, atau Binance Labs?
  • Jika VC besar berani taruh uang di sana, artinya mereka sudah melakukan audit mendalam. Kita bisa “mencontek” PR mereka.

5. Komunitas dan Aktivitas Developer

Kripto hidup dari komunitas. Tapi hati-hati, bedakan antara komunitas organik dan bot.

  • Cek Twitter/X: Apakah engagement-nya (like/retweet) asli?
  • Cek Telegram/Discord: Apakah isinya diskusi teknologi dan roadmap? Atau isinya cuma orang teriak “When Lambo?”, “When Binance?”, “Dev, pump it!”? Jika isinya cuma sorak-sorai harga, itu tanda komunitas yang tidak sehat (hanya peduli cuan sesaat).
  • Cek Github: Untuk yang sedikit teknis, lihat aktivitas di Github proyek tersebut. Jika update kode terakhirnya 2 tahun lalu, artinya proyek itu sudah mati (Abandoned), meskipun harganya masih ada.

6. Gunakan Tools Gratisan Rasa Premium

Anda tidak perlu langganan mahal untuk riset. Gunakan 3 senjata wajib ini:

  1. CoinMarketCap / CoinGecko: Untuk cek harga, market cap, dan ranking.
  2. DefiLlama: Untuk mengecek TVL (Total Value Locked)—berapa banyak uang asli yang dikunci di protokol tersebut. Semakin tinggi TVL, semakin dipercaya proyeknya.
  3. Token Unlocks: Untuk mengecek jadwal kapan token milik investor awal akan dicairkan. Hindari membeli koin seminggu sebelum jadwal unlock besar-besaran.

7. Strategi Masuk: Cicil, Jangan All-in

Setelah menemukan “Mutiara” Altcoin pilihan Anda, jangan langsung HAKA (Hajar Kanan/Beli Semua). Ingat, volatilitas Altcoin itu brutal. Naik 20% sehari biasa, turun 50% sehari juga biasa.

Gunakan strategi Pyramiding:

  • Beli 20% modal dulu untuk “tes ombak”.
  • Jika harga turun (koreksi) ke area Support, beli lagi 30%.
  • Jika harga naik dan Breakout (menembus resisten), tambah lagi 50%.

Dan yang paling penting: Pasang Target Jual. Keserakahan adalah alasan kenapa orang yang sudah untung 100% akhirnya malah jadi rugi. Ketika harga sudah naik tinggi, jangan ragu untuk jual sebagian modal (Take Out Initial Capital). Sisanya (koin gratisan) biarkan berenang sampai ke bulan (Moonbag).

Kesimpulan: Riset Adalah Investasi Terbaik

Membeli Altcoin tanpa riset sama dengan menyumbangkan uang Anda ke pasar. Mungkin Anda beruntung sekali dua kali, tapi dalam jangka panjang, pasar akan mengambil kembali uang orang yang malas.

Jadikan hari Jumat dan akhir pekan ini sebagai waktu untuk belajar. Buka CoinGecko, pilih kategori yang Anda suka (misal: AI atau RWA), dan bedah 5 koin teratas di kategori itu.

Siapa tahu, salah satu dari koin yang Anda riset hari ini adalah “The Next 100x Gem” di portofolio Anda tahun 2026.

Selamat berburu mutiara, dan tetap gunakan uang dingin!

Tinggalkan komentar